Terhubung dengan kami

Wisata Alam

Alas Bandawasa

Diterbitkan

di

Kabupaten Bogor yang selama ini dikenal memiliki banyak air terjun, kini menawarkan wisata alam perbukitan. Namanya Alas Bandawasa. Lokasinya pun tidak jauh. Hanya 21 km atau 45 menit berkendara dari Tugu Kujang.

Letak persisnya di Desa Pasirjaya, Kecamatan Cigombong. Untuk menuju lokasi tersebut, bisa melalui Caringin di jalan Raya Bogor-Sukabumi ataupun Cipaku, Cijeruk.

Panorama alam yang disajikan di arah timur adalah lapisan-lapisan bukit dengan latar belakang Gunung Gede dan Pangrango. Pada pagi hari kabut menyelimuti dataran rendah di bawahnya. Sementara di arah Barat ada Gunung Salak.

Meskipun baru dibuka pada awal Januari 2020 yang lalu, tempat ini sudah memiliki fasilitas publik yang memadai. Ada warung yang menyediakan panganan cepat saji dan sarana MCK. Sementara Mushalla sedang dibangun.

Untuk menikmati pemandangan di tempat ini, pengunjung dipungut retribusi hsebesar Rp. 5.000,-. Sedangkan untuk berkemah dikenakan tarif Rp. 20.000,- per orang. Harga yang murah untuk menghilangkan kepenatan setelah seminggu penuh bekerja.***

Lanjutkan membaca
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wisata Alam

Saung Bahagia

Diterbitkan

di

Langit mulai teduh di Desa Sirnajaya, Sukamakmur, Bogor. Angin gunung bertiup kencang, membawa gumpalan awan hitam melayang menjauh ke arah timur. Burung-burung terbang pulang ke sarang. Lampu-lampu rumah mulai dinyalakan. Hari beranjak Maghrib.

Di desa itu ada sebuah warung. Seluruh bangunannya terbuat dari kayu. Dindingnya setinggi hanya 60 cm sehingga pemandangan di luar bisa terlihat dengan jelas, kecuali menghadap ke bagian dapur. Warung itu berdiri di tepian sungai berbatu dan berair jernih. Suara gemericik air terdengar menenangkan.

Di seberang warung ada bangunan beratap mirip rumah joglo. Bagian teras terbuka lebar sehingga pengunjung bisa menikmati pemandangan sawah di sekitarnya. Di belakangnya ada kolam ikan. Airnya mengalir tanpa henti sepanjang tahun. Halamannya bisa menampung hingga 6 buah mobil.

Warung itu milik Enjih, 45 tahun. Juga rumah di depannya. Lelaki itu memulai usahanya sejak Desember 2017. Karena letaknya persis di jalan menuju lokasi wisata Situ Rawa Gede yang lebih dulu populer, maka bisnis keluarga itu maju dengan pesat. Letak persisnya di Kampung Legok Nyenang, Desa Sirnajaya, Kecamatan Sukamakmur, Bogor.

Pada mulanya pengunjung hanya mampir ketika dalam perjalanan menuju atau pulang dari pelesir di wisata air tersebut. Lama kelamaan, warung Enjih yang menjadi tujuan. Bukan lagi tempat mampir. Banyak yang sering menginap dan tidur beralaskan karpet di teras rumah. Atau membuka tenda di halaman. Mereka bangun pagi hari dan menikmati suasana desa yang letaknya tidak jauh dari kota. Baik Jakarta maupun Bogor. Tidak sedikit juga yang datang dari Bekasi dan Karawang.

Hidangan yang disajikan terbilang sederhana. Hanya ayam, ikan, telur, tempe dan tahu goreng. Tentunya dilengkapi dengan sambal terasi dan lalapan. Juga sayur asam. Untuk malam hari, biasanya mie rebus mendominasi. Karena cepat saji. Namun karena dinikmati di tengah suasana pedesaan, semuanya terasa lebih nikmat.

Dalam menjalankan usahanya, Enjih dibantu oleh Kanih, istrinya. Perempuan berusia 38 tahun itu cekatan memasak dan menyuguhkan hidangan untuk tamu. Rani, anaknya juga ikut membantu. Rani bahkan selalu siap di dapur. Berjaga jika ada tamu yang kelaparan di tengah malam.

Ketika bangun pagi hari, mata dimanjakan oleh cahaya kemerahan di ufuk timur. Matahari menyembul dari balik gunung. Kicau burung ikut memeriahkan suasana yang memang membahagiakan. Itu sebabnya tempat ini diberi nama Saung Bahagia.

Untuk segala kemewahan itu, pengunjung hanya membayarkan harga makanan dan minuman. Enjih dan Kanih tidak memungut bayaran untuk tempat menginap. Namun demikian, mereka akan menerima segala bentuk pemberian.

“Seikhlasnya saja”, pungkas Enjih.***

Lanjutkan membaca

Trending